Duta Besar Cina untuk Indonesia, Xie
Feng, mengatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek
pertama Cina di luar negeri yang memasukkan "sepenuhnya unsur Cina",
yaitu dalam standar, teknologi dan peralatan.
Dalam wawancara
dengan China's Global Time, Xi Feng mengatakan Cina juga akan
berpartisipasi dalam rancangan, pembangunan, operasi dan pengelolaan.
Ini
dikatakan Xi Feng dalam penandatanganan kesepakatan proyek kereta cepat
senilai US$5,5 miliar yang menghubungkan Jakarta-Bandung di Jakarta,
Jumat (16/10).
Kesepakatan ditandatangani Pimpinan China Railway
International Yang Zhongmin dengan Dwi Windarto, presiden direktur
konsorsium BUMN Indonesia, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia.
Cina
akan memegang 40% saham, sedangkan sisanya oleh Indonesia, dan 75%
pendanaan disediakan China Development Bank milik pemerintah Cina dan
sisanya ditanggung bersama China Railway dan konsorsium BUMN Indonesia.
Hak atas foto
Reuters
Image caption
Kereta cepat Cina ini dipamerkan di Jakarta 13 Agustus lalu.
PT Pilar Sinergi BUMN merupakan perusahaan patungan
yang didirikan oleh PT Wijaya Karya, PT Kereta Api Indonesia, PT Jasa
Marga, PT Perkebunan Nusantara VIII. Penandatanganan ini mengakhiri situasi tak menentu seputar proyek ini, termasuk kabar serta persaingan antara Jepang dan Cina.
Bulan lalu, Menteri Perencanaan Pembangunan Sofyan Djalil mengatakan setelah sebelumnya menyebut proyek itu terlalu mahal.
Sebuah sumber, seperti dikutip sejumlah media,
mengatakan bahwa Indonesia merupakan mitra kunci bagi strategi Cina
untuk pengembangan 'Jalur Sutra abad ke-21'.
Proyek ini akan
memperkuat kerjasama Cina dengan negara-negara Asia Tenggara untuk
menjalankan prakarsa "One Belt One Road" dari Presiden Xi Jinping untuk
membangun jaringan pelabuhan, kereta dan jalur angkutan cepat untuk
mengembangkan perdagangan, investasi dan pengaruh mereka secara
regional.
Berdasar prakarsa ini, BUMN Cina diharapkan secara aktif terlibat dalam penanaman modal luar negeri bidang infrastruktur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar